Perjuangan Ibu yang Tidak Diketahui

Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.

Ongkos upah membantu ibu:

1) Membantu pergi ke Warung: Rp 20.000

2) Menjaga adik Rp 20.000

3) Membuang sampah Rp 5.000

4) Membereskan Tempat Tidur Rp 10.000

5) menyiram bunga Rp 15.000

6) Menyapu Halaman Rp 15.000

Jumlah : Rp 85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.

1) OngKos mengandungmu selama 9 bulan – GRATIS

2) OngKos jaga malam karena menjagamu -GRATIS

3) OngKos air mata yang menetes karenamu – GRATIS

4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu- GRATIS

5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu – GRATIS

6) OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu – GRATIS

Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku – GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, “Saya Sayang Ibu”.Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya: “Telah Dibayar”

sumber:http://www.dunia-unik.com/2011/02/perjuangan-ibumu-yang-tidak-kamu-sadari.html#

Data Riset IPB tidak Masuk Katagori Informasi Khusus

Komisi Informasi Pusat menyatakan data daftar merek susu formula tercemar bakteri enterobacter sakazakii (ES) hasil penelitian IPB pada 2003-2006, tidak dikatagorikan sebagai informasi khusus, sehingga mendapat hak pengecualian untuk tidak perlu dibocorkan ke publik.

Keputusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang telah memiliki kekuatan hukum tetap, otomatis telah menggugurkan informasi susu formula (sufor) berbakteri untuk masuk dalam kriteria Pasal 17b UU KIP yang kurang lebih menyebutkan, badan publik dapat mengecualikan pemberian informasi ke publik apabila dapat mengganggu kepentingan perlindungan hak atas kekayaan intelektual, dan perlindungan dari persaingan usaha tidak sehat.

Informasi serahasia apapun, kalau sudah ada putusan hukum untuk membukanya, maka tidak ada alasan lagi bagi yang bersangkutan untuk menolak membukanya, papar Komisioner Komisi Informasi Pusat Abdul Rahman Ma’mun, Kamis (24/2).

Putusan kasasi MA, kata Abdul, juga otomatis mengesampingkan aturan hukum lain yang menjadi dalih bagi pihak IPB untuk membuka informasi sufor tercemar ke publik.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, Rektor IPB Herry Suhardiyanto, pada rapat kerja Komisi IX DPR dengan Menteri Kesehatan, Kepala BPOM, Rektor IPB, dan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengungkapkan bahwa IPB tidak dapat mengumumkan daftar susu karena akan mencederai otonomi dosen, sebagaimana tercantum dalam UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, di mana dilindungi hak keilmuannya dan tidak dapat diintervensi.

sumber:http://www.mediaindonesia.com/read/2011/02/24/205832/71/14/Data-Riset-IPB-tidak-Masuk-Katagori-Informasi-Khusus

Misteri Migrasi Penyu Laut Terjawab Sudah

Sampai saat ini, bagaimana spesies seperti penyu laut dapat bermigrasi ribuan mil di lautan tanpa petunjuk apa-apa menjadi misteri besar para ilmuwan.

Sebagaimana diketahui, penyu adalah kura-kura laut. Berbeda dengan kura-kura, penyu memiliki sepasang tungkai depan sebagai kaki pendayung. Penyu laut tidak dapat menarik kepalanya ke dalam apabila merasa terancam, berbeda dengan kura-kura. Walaupun seumur hidup berkelana di dalam air, sesekali mereka tetap harus ke permukaan.

Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Seperti, jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh hewan yang bernapas dengan paru-paru itu dalam waktu 58 – 73 hari.

Kini, para peneliti dari University of North Carolina yakin bahwa mereka telah menemukan jawabannya. Penyu tempayan, spesies penyu laut, dapat menentukan garis bujur dengan menggunakan dua set isyarat magnetik, seperti kompas.

Ini adalah kali pertama kemampuan tersebut ditunjukkan dalam migrasi hewan. Penelitian ini pun kemudian langsung dipublikasikan di jurnal Current Biology.

Sebelumnya, sejumlah jenis penyu diperkirakan hanya mampu menggunakan isyarat magnetik untuk menentukan lintang, dan diyakini tidak mampu mengenali garis bujur. Tapi, temuan ini mengejutkan para peneliti ketika mengembangkan suatu metode yang melibatkan kekuatan dan sudut medan magnet Bumi.

“Bagian tersulit dari navigasi terbuka di laut bebas adalah menentukan posisi bujur dan arah timur-barat,” kata Nathan Putman yang bertindak sebagai kepala riset. Dikutip VIVAnews dari BBC, Jumat 25 Februari 2011.

“Membutuhkan waktu berabad-abad untuk mengetahui garis bujur dalam perjalanan panjang mereka di laut,” tandasnya. Namun, bagi penyu tempayan, migrasi ini harus ditempuh ketika mereka sampai ke laut dari sarang mereka di pinggir pantai. Saat mencapai pantai, tiap penyu kecil akan melewati kursus singkat untuk berenang di laut terbuka.

Bagaimana peneliti mengetahui bahwa penyu dapat mengenali garis bujur dengan isyarat medan magnet?

Peneliti membawa sejumlah penyu tempayan yang ditangkap dari laut Florida. Mereka ditempatkan di dalam wadah air melingkar dan ditambatkan sistem pelacakan elektronik untuk memantau arah berenangnya.

Para penyu kemudian dikenakan isyarat medan magnet yang direplikasikan di dalam kolam. Kedua isyarat itu ditempatkan di dua lokasi berbeda dengan pada garis lintang yang sama, namun di garis bujur yang berbeda sepanjang rute migrasi mereka.

Penyu tempayan bereaksi untuk tiap-tiap medan magnet dan berenang ke arah yang mereka tuju. Dalam kenyataan, arah itu sesuai dengan rute migrasi yang membentuk lingkaran. Dengan demikian, para peneliti menyimpulkan bahwa penyu dapat menentukan informasi bujur menggunakan medan magnet.

sumber:http://teknologi.vivanews.com/news/read/206506-misteri-migrasi-penyu-laut-terjawab-sudah

Laba-laba Penghisap Darah Doyan Bau Kaus Kaki

Dari penelitian terakhir, diketahui bahwa sebuah spesies laba-laba yang mangsa utamanya adalah nyamuk pembawa penyakit malaria, yakni Anopheles gambiae, sangat tertarik dengan bau keringat di kaus kaki.

Peneliti asal Inggris dan Kenya membuktikannya dalam sebuah eksperimen. Mereka menggunakan kaus kaki bekas pakai untuk mengetahui apakah laba-laba yang dimaksud juga memiliki sifat yang sama dengan sifat mangsanya, yakni tertarik dengan bau-bauan dari manusia.

Ternyata, laba-laba lompat tampak telah mengembangkan ketertarikan terhadap bau kaki manusia untuk membantu mereka menemukan mangsa. Temuan ini dilaporkan pada jurnalBiology Letters.

Menurut peneliti, manusia kini bisa ‘merekrut’ Evarcha culicivora, laba-laba lompat Afrika Timur tersebut, dalam memerangi malaria. Caranya dengan mengajak laba-laba itu tinggal di rumah yang dipenuhi dengan kaus kaki bau.

Fiona Cross, peneliti dari University of Canterbury, Inggris dan Robert Jackson, dari International Centre of Insect Physiology and Ecology, Kenya melakukan penelitian tersebut. Mereka tertarik meneliti spesies laba-laba itu karena laba-laba itu merupakan pemangsa satu-satunya yang secara spesifik memangsa nyamuk penyebab malaria tersebut.

“Kami memiliki kecurigaan bahwa bau manusia sangat menarik bagi laba-laba sebelum melakukan eksperimen ini,” kata Cross, seperti dikutip dari BBC, 21 Februari 2011. “Padahal umumnya, laba-laba ini tinggal di rerumputan tinggi di luar rumah atau di gedung-gedung yang ditinggali manusia.”

Untuk membuktikan kecurigaan itu, mereka merancang peralatan eksperimen berbasis aroma yang disebut sebagai olfactometer. Mereka kemudian menempatkan laba-laba uji dalam sebuah wadah. Udara kemudian dipompakan ke masing-masing wadah. Masing-masing udara datang dari kotak yang berisi kaus kaki bersih dan kaus kaki bekas dipakai yang memiliki bau keringat kaki manusia.

Bagi tiap laba-laba, peneliti juga menyediakan pintu darurat agar mereka bisa melarikan diri kapan saja ke ruangan yang tidak diberi bau apapun.

“Ternyata, laba-laba yang diberi aroma kaus kaki bau betah berlama-lama di ruangan yang dihembuskan bau tersebut, dibandingkan laba-laba yang dihembuskan bau kaus kaki yang baru dicuci,” kata Cross. “Kenyataan bahwa laba-laba menemukan bahwa bau manusia sangat menarik belum pernah diketahui sebelumnya.”

Cross menyebutkan, penemuan ini berkaitan dengan perilaku lain laba-laba ini. “Saat mereka menemukan bau darah, mereka bisa menjadi sangat rakus dan bisa membunuh hingga 20 nyamuk secara terus menerus, meski tidak memakan seluruhnya,” ucapnya.

Saat ini, kata Cross, mereka perlu mempelajari lebih lanjut perilaku seperti itu. “Mereka menjadi gila saat berada di sekeliling nyamuk yang sudah menghisap darah,” ucapnya.

Meski kedengarannya mengerikan, kedua peneliti yakin bahwa makhluk haus darah itu bisa membantu manusia dalam memenangkan pertempuran kompleks melawan malaria. “Laba-laba itu ada di lingkungan dan tersedia secara gratis,” kata Cross. “Lalu kenapa tidak kita mencari cara untuk memanfaatkan predator menarik ini?”

Cross dan rekan-rekannya kini mencari cara bagaimana manusia bisa mengundang laba-laba ini ke dalam rumah tanpa mengundang pula nyamuk. “Di kawasan yang dilanda wabah malaria, orang-orang perlu menyambut kedatangan makhluk tersebut ke dalam rumahnya,” ucapnya. (kd)

sumber:http://teknologi.vivanews.com/news/read/205660-laba-laba-penghisap-darah-doyan-bau-kaus-kaki

Piramida Modern di Kota Bebas Karbon

Sebuah rancangan pembangkit listrik tenaga surya masa depan akan menjadi penanda utama kota tanpa karbon pertama di dunia. Rancangan yang bernama Lunar Cubit itu sengaja dibuat untuk menandingi popularitas Piramida Giza di Mesir.

Lunar Cubit merupakan salah satu peserta Land Art Generator Initiative, sebuah kontes rancangan instalasi seni publik yang juga berfungsi penuh sebagai pembangkit listrik tanpa polusi. Rancangan yang dibuat tim pimpinan Robert Flottemesch, insinyur senior pada Hudson Valley Clean Energy, New york, yang juga seorang seniman yang peduli pada energi terbarukan, itu berhasil menjadi pemenang pertama kontes.

Flottemesch bersama timnya merancang Lunar Cubit sebagai rangkaian piramida yang terdiri atas sebuah piramida besar sebagai pusat dan delapan piramida kecil yang mengelilingi sekitarnya. Semua piramida itu berfungsi untuk menangkap energi sinar matahari pada siang hari dan mengubahnya menjadi energi listrik. Uniknya, rangkaian piramida itu akan menyala sesuai—namun bertolak belakang—dengan siklus bulan. Pada saat bulan baru, semua piramida akan menyala, sementara ketika bulan purnama semua piramida justru akan padam.

Untuk menjalankan fungsinya sebagai pembangkit listrik, bagian luar piramida akan diselubungi panel surya. Adapun tepian sudutnya terbuat dari kaca dan silika amorf yang membuatnya tampak seperti batu akik yang dipoles dengan sempurna.

Setiap piramida dari kedelapan piramida kecil akan menghasilkan listrik sebesar 1,74 megawatt, cukup untuk memasok listrik ke 250 rumah. Energi surya tersebut disalurkan melalui kabel bawah tanah jaringan listrik untuk kemudian disalurkan ke ribuan rumah di sekitarnya.

Menurut rencana, Lunar Cubit akan dibangun di Masdar City, Uni Emirat Arab, yang merupakan kota metropolis bebas karbon pertama di dunia. Meski belum ada kabar kapan pembangunannya dimulai, Lunar Cubit dapat dipastikan akan dikenali sebagai penanda utama Masdar City, seperti Big Ben di London atau Empire State Building di New York. Untuk mendapatkan informasi lebih detail soal Lunar Cubit, kunjungi situsnya di www.lunarcubit.com. (National Geographic Indonesia/Agung Dwi Cahyadi)

sumber:http://sains.kompas.com/read/2011/02/21/17332345/Piramida.Modern.di.Kota.Bebas.Karbon

Revisi UU Pangan Perlu Segera Dilakukan

Revisi Undang-Undang   (UU) Nomor  7 Tahun 1996 tentang Pangan perlu segera dilakukan. Demikian ungkap Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof.Dr.Hardinsyah dalam Diskusi “Revisi UU Pangan” yang  diselenggarakan Fakultas Ekologi Manusia dan Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia, Rabu (9/2) di Kampus IPB Darmaga. “Saat ini masalah gizi bertambah banyak, di samping produksi dan penyediaan pangan sudah berlebih. Saya mengusulkan nama Undang-Undangnya diubah menjadi UU tentang Ketahanan Pangan dan Gizi sehingga menjadi satu sistem pengaturan antara ketahanan pangan dengan penanggulangan masalah gizi, “ papar Prof.Hardinsyah.

Prof. Hardinsyah menyayangkan ketahanan pangan dalam UU lama diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar. Seolah-olah pemerintah baik pusat dan daerah  berlepas tangan terhadap keadaan masyarakat pada golongan miskin dan kelompok berisiko (manula, ibu hamil dan anak). Dalam UU Pangan terdahulu, lanjut Prof. Hardinsyah tidak dijelaskan secara gamblang kebijakan pangan yang  pro poor dan pro lingkungan (keberlanjutan). “Bidang agroindustri yang diharapkan berkontribusi dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan malah menjadi pihak yang paling sering melakukan pelanggaran konsep  keberlanjutan dan perusakan lingkungan terbanyak,” ujar Prof. Hardinsyah.

Hal senada diungkap, Peneliti Departemen Ilmu Tanah dn Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian IPB , Dr. Dwi Andreas yang mengatakan pemerintah memang menetapkan kebijakan akses pangan bagi masyarakat namun tidak dijelaskan apakah melalui kemandirian penyediaan dalam negeri  atau semata-mata menyandarkan impor pangan. “Saya mengkritisi  alasan revisi UU tentang Pangan ini apakah karena adanya tsunami pangan yang dialami berbagai negara khususnya seperti negara Mesir dan Indonesia yang  telah menjadi negara pengimpor pangan terbesar dunia? Jika benar kita perlu menekankan konsep akses penyediaan pangan masyarakat berdasarkan kedaulatan pangan,” papar Dr. Andreas.

Menurut Dr. Andreas, impor pangan merupakan dampak dari Agreement of Agriculture (AoA) World Trade Organization (WTO). Kesepakatan internasional itu menyebabkan penurunan dukungan negara terhadap sektor pangan atau pertanian,  peningkatan akses pasar untuk impor pangan, dan pengurangan subsidi ekspor. “Bagi negara berkembang seperti Indonesia, kondisi ini malah meringankan peran pemerintah di samping menghemat anggaran, karena harga pangan dunia jauh lebih rendah dibanding biaya produksi pangan dalam negeri,” jelas Dr. Andreas. Namun jangka panjang menyebabkan ketergantungan impor, jebakan pangan dan krisis pangan berkepanjangan.
Untuk meningkatkan kemandirian pangan ini, Dr.Andreas mengusulkan pengembalian peran Bulog pada posisi semula, dan tidak dikomersialisasikan dalam revisi UU tentang Pangan nantinya.(ris)

sumber:http://news.ipb.ac.id/news/id/a4351420e44dc93f0bcfa7b2b5d50ea3/revisi-uu-pangan-perlu-segera-dilakukan.html

Perbedaan Dasar Otak Kiri dan Otak Kanan

Otak manusia terbelah dalam dua bagian. Kedua belahan otak bertanggung jawab silang, maksudnya belahan otak kanan bertanggung jawab terhadap tubuh bagian kiri dan sebaliknya.

Hal ini berarti bila otak kanan seseorang lebih dominan, maka orang tersebut cenderung menjadi kidal atau aktif dengan bagian tubuh kiri. Kedua belahan otak sangat identik tapi berbeda fungsi. Masing-masing otak berperilaku berbeda.

Otak adalah organ tubuh yang paling vital dan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Jika manusia diibaratkan sebuah komputer, otak adalah prosesornya.

Otak manusia terdiri lebih dari 100 miliar saraf yang masing-masing terkait dengan 10 ribu saraf lain. Otak adalah organ tubuh vital yang merupakan pusat pengendali sistem saraf pusat.

Otak manusia terbagi menjadi dua dan dibatasi oleh celah longitudinal. Celah longitudinal disebut juga dengan celah great longitudinal atau celah longitudinal cerebral merupakan alur dalam yang memisahkan kedua belahan otak manusia.

Ada keuntungan manusia memiliki otak yang terintegrasi. Dengan dua permukaan permukaan menjadi lebih luas, yang memungkinkan untuk pertumbuhan dan pendinginan. Dengan dengan dua belahan, otak menjadi memiliki fungsi masing-masing.

Otak belahan kiri dan belahan kanan memiliki fungsi masing-masing. Seperti dilansir dari Buzzle, Senin (7/6/2010), berikut fungsi masing-masing belahan otak:

Otak belahan kiri

Otak kiri dicirikan dengan karakteristik yang berhubungan dengan kemampuan analisis, logis, urutan, objektif dan rasional. Dengan karakterisitik ini, orang yang dominan menggunakan otak kiri cenderung memiliki pendekatan rasional terhadap kehidupan.

Orang yang dominan otak kiri akan lebih tertarik dengan angka, kata-kata atau simbol. Dengan cara berpikirnya yang logis dan rasional, individu dengan dominansi otak kiri cenderung melakukan kemampuan analisa dengan baik. Misalnya dalam bidang teknik atau akutansi.

Orang dengan dominasi otak kiri berpengalaman dalam perencanaan, dan orang ini jarang sekali melakukan persiapan di saat-saat terakhir.

Otak belahan kanan

Di sisi lain, karakteristik yang terkait dengan otak kanan adalah intuitif, acak, subjektif, holistik (secara menyeluruh) dan sintesis. Dengan karakteristik ini, orang yang dominan dengan otak kanan cenderung lebih kreatif ketimbang orang yang dominan otak kiri.

Kenyataan bahwa orang dengan dominansi otak kanan lebih cenderung menyukai aspek visual, sehingga orang-orang tersebut jarang menanggapi masalah secara rinci.

Individu dengan dominansi otak kanan cenderung lebih kreatif dan intuitif, baik di bidang seni yang kreatif, maupun di bidang-bidang lainnya. Individu tersebut memiliki waktu yang tepat untuk memprioritaskan hal-hal yang sulit, karena sebagian besar keputusan yang dibuat pada saat terakhir.

Jika dua individu diberikan beberapa kasus, satu dengan dominansi otak kanan dan yang lainnya dengan dominansi otak kiri, orang dengan dominansi otak kanan akan mulai bekerja tanpa melalui manual instruksi. Sedangkan individu dengan dominansi otak kiri akan melakukannya melalui manual, memahami konsep, baru kemudian menangani kasus tersebut.

sumber
source: http://lubang-kecil.blogspot.com/2010/09/inilah-penjelasan-otak-kanan-dan-otak.html

My first post

Selamat datang IPB. Mari kita isi dunia blog dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat

Memindai
Arsip kita
Kategori Isi Blog
Kalender kita
May 2014
S M T W T F S
« Feb    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Link Asprak Penkom
Badge
IPB Badge
IPB Badge
IPB Badge